Selasa, 08 Januari 2008

SUSANYO, SI COWOK LAKNAT KARYAWAN BANK SWASTA TERNAMA DI INDONESIA INI TIDAK BERTANGGUNG JAWAB & KABUR SETELAH MENGHAMILI PACARNYA







Susanyo alias Sanyo alias Aan, pria kelahiran Palembang, 03 Oktober 1985 ini anak ke 2 dari 3 bersaudara ini yang juga seorang alumni universitas terkemuka di Jakarta ini jurusan Teknik Informatika angkatan 2003 yang berdomisili di Jl. U Kemanggisan, Jakarta Barat ini baru - baru ini diketahui telah menghamili kekasihnya bernama *Candy ( *nama disamarkan - red. )


Sanyo ( demikian biasanya ia dipanggil oleh teman - teman dekatnya ) yang mulai bekerja pada salah satu bank swasta ternama di Indonesia ini bekerja sebagai application tester sejak 1 November 2007.

Tanggal 20 Desember 2007, pada pagi hari Sanyo melihat hasil testpack dan mengetahui Candy positif mengandung anaknya. Setelah mengetahui hasil tersebut adalah positif, Candy dan Sanyo langsung melakukan pengecekan ke salah satu dokter yang ada di Jakarta untuk memastikan apakah hasil dari testpack tersebut adalah benar. Dokter melakukan beberapa pengecekan dan Candy pun memang dinyatakan mengandung janin berusia 5 minggu. Bukti dari dokter tersebut pun ada dan Sanyo pribadi pun tahu bukti ini benar ada karena pada saat memeriksakan kandungan Candy, Sanyo pun ikut mendampingi.

Candy sendiri ingin mempertahankan janin tersebut, namun tidak demikian halnya dengan Sanyo. Sanyo melakukan berbagai upaya untuk melakukan pengguguran terhadap janin tersebut diantaranya mencari obat paten bermerk Gynecosid, mencari info dari salah seorang temannya tentang obat - obatan tradisional untuk menggugurkan ( berupa nanas muda, cabe Jawa, lada hitam ), mendatangi salah satu klinik yang ada di daerah Tanjung Duren untuk melakukan pengguguran, hingga mendatangi tukang pijat di daerah Depok. Untungnya semua usaha Sanyo untuk menggugurkan itu tidak berhasil karena baik dokter yang ada di klinik, maupun tukang pijat tidak mau melakukan pengguguran tersebut.

Hari demi hari, Candy semakin gelisah dengan sikap Sanyo yang tidak tentu. Candy menuntut tanggung jawab Sanyo sebagai laki - laki.
Sanyo pun menjanjikan ke Candy akan bicara dengan keluarganya setelah tahun baru. Namun, pada tanggal 27 Desember 2007, Sanyo sudah melarikan diri dan tidak diketahui keberadaannya. Pada tanggal 28 Desember 2007 pagi, Candy yang dalam keadaan hamil muda dengan usahanya sendiri akhirnya mendatangi kantor Sanyo.

Saat itu Candy sempat bertemu Sanyo. Sanyo keluar dari ruangannya dengan wajahnya yang tidak bersahabat dan membentak Candy dengan berkata "Untuk apa lu ke sini?" Candy menjawab "Kenapa kamu kabur? Aku terpaksa menjebakmu di sini. Aku minta tanggung jawab kamu. Ini anak kita." Namun yang didapatkan Candy hanya tamparan dari Sanyo.

Malam harinya dilakukan pertemuan keluarga dimana ada keluarga Candy dan keluarga Sanyo ( dalam hal ini diwakili oleh Frenky sebagai kokonya ).
Sebuah hal yang tidak diduga terjadi. Sanyo mengingkari semua perbuatannya di depan kedua belah pihak keluarga. Betapa shocknya Candy melihat Sanyo yang seperti itu. Koko dari Sanyo menginginkan bukti. Candy dan keluarga dengan senang hati memberikan bukti itu. Namun apalah gunanya bukti - bukti tersebut kalau Sanyo tidak mau mengakui perbuatannya?? Padahal jelas - jelas ia lah ayah dari janin yang sedang dikandung Candy. Pertemuan keluarga malam itu pun belum menemukan hasil. Sungguh sikap pengecut sekali bukan yang ditunjukkan oleh Sanyo??

Tiga hari sejak pertemuan tersebut, papa dari Candy pun menghubungi mamanya Sanyo yang ada di Palembang melalui ponselnya. Jawaban yang didapatkan dari mamanya Sanyo sangat kasar sekali. Bahkan pada keesokan harinya, Frenky ( koko Sanyo) menghubungi papanya Candy dan memakinya dengan berkata "Kenapa masalah ini mama saya dihubungi dan musti tahu??" Jawab papanya Candy "Ini hak saya untuk menelepon mama kamu dan kamu gak berhak larang! Sudah sewajarnya mama kamu tahu mengenai hal yang sepenting ini!" Bisa Anda semua bayangkan?? Betapa bejadnya mereka terutama Sanyo yang sudah menghamili anak orang, tidak bertanggung jawab, masih berani memaki orang tua Candy karena telah memberitahukan kepada orang tua Sanyo tentang hal ini lagi!!!

1 minggu lebih sejak pertemuan keluarga itu berlangsung, Candy dan keluarga selalu berusaha menghubungi Sanyo baik melalui sms, telepon . Semua usaha Candy dan keluarganya sia - sia karena tidak ada respons. Saat ini kondisi mental Candy dalam keadaan yang terguncang dan depresi. Sementara Sanyo sendiri menghilang bak ditelan bumi hingga detik ini.

Melalui blog ini, kami sebagai team redaksi ingin memberikan pesan kepada Sanyo untuk bertanggung jawablah terhadap apa yang sudah dilakukan. Itu baru namanya pria sejati.

Bagi yang mengetahui tentang keberadaan Sanyo bisa memberitahukannya di blog ini. Mari kita juga memberi dukungan support moril untuk Candy agar ia selalu kuat dan tabah dalam melalui hal ini. Kita jangan membiarkan orang seperti Sanyo ini untuk lepas dari tanggung jawabnya karena bisa terjadi hal yang sama terhadap cewek - cewek lainnya yang nantinya nasibnya akan seperti Candy.